Pesona e-Commerce, Tulang Punggung Ekonomi Indonesia

Tak ada yang bisa memungkiri bahwa pandemi Covid-19 yang melanda sejak tahun 2020 sampai sekarang, seolah mengubah banyak hal di dunia ini. Ada orang-orang yang terpaksa mencari pekerjaan baru, tempat tinggal baru bahkan sampai impian baru.

Kini dunia memang perlahan mulai memulihkan diri, meskipun ancaman varian baru Covid-19 masih tetap tinggi. Orang-orang yang sempat kehilangan arah hidupnya selama dua tahun terakhir, mencoba bangkit dan kembali menata kehidupannya. Namun tahukah Anda, tak selamanya pandemi membawa cerita mengenaskan. Ada juga mereka yang cukup beruntung justru mampu memanfaatkan pandemi dan malah meraih sukses.

Salah satunya diuraikan oleh Muhammad Kautsar, pemilik bisnis Dimsum 49 kepada Kumparan.

produk Dimsum 49

produk Dimsum 49

Di tengah banyaknya pelaku bisnis yang gulung tikar, Dimsum 49 justru menuai tuah positif dari pandemi. Menurut Kautsar, Dimsum 49 sampai mengalami peningkatan pertumbuhan hingga tiga kali lipat selama wabah corona. Hal ini terjadi berkat strategi yang tepat sehingga Dimsum 49 sampai bisa mempekerjakan korban-korban PHK hingga IRT (Ibu Rumah Tangga) sebagai reseller, yang tentunya melambungkan omzet bisnis.

Dibangun pada Januari 2018, Kautsar memang sudah terpikat dengan bisnis kuliner sejak lama. Sebelum Dimsum 49, dirinya sempat menjalankan kuliner siomay pada tahun 2015. Namun kejeliannya membaca peluang bisnis yakni produk dimsum, membuat Kautsar mulai mengubah haluan dan fokus berjualan dimsum online sejak 2017 lewat e-commerce.

Masa Depan Ekonomi Negeri Lewat e-Commerce

Tentu apa yang diungkapkan Kautsar lewat omzet yang jadi tiga kali lipat selama pandemi bukanlah isapan jempol belaka. e-commerce kini memang digadang-gadang sebagai masa depan perekonomian bangsa yang sangat menjanjikan.

Dilansir Kontan, dalam laporan terbaru e-Conomy SEA 2021 yang disusun Temasek bersama Google dan Bain & Company, menyebutkan jika perdagangan e-commerce Indonesia di tahun 2021 berkisar US$53 miliar alias melambung 52% yoy dari US$35 miliar pada tahun 2020. Tak heran kalau e-commerce akhirnya jadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi digital yang menyentuh US$70 miliar di tahun 2021, padahal sebelumnya pada 2020 ‘hanya’ US$47 miliar.

Atas kondisi ini pula, Teuku Riefky selaku Ekonom Makroenomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI menyebut jika e-commerce berpeluang besar jadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kendati porsinya kini masih relatif kecil dibandingkan keseluruhan perdagangan, prospek e-commerce jelas terbuka apalagi masyarakat negeri ini makin terbiasa gaya hidup online.

IndiHome Hadir Untuk Penjual e-Commerce

ilustrasi belanja online

ilustrasi belanja online © Brooke Lark/UNSPLASH

Melihat tingginya peluang yang ditawarkan jika berjualan di e-commerce, tentu sebagai seller dan juga buyer yang diinginkan adalah jaringan internet. Lewat akses internet yang lancar jaya, siapapun bisa memaksimalkan penjualan atau pembelian produk online. Seolah memahami itu, IndiHome sebagai ikon internetnya Indonesia, siap mendukung perkembangan ekonomi digital lewat e-commerce.

Produk unggulan Telkom Indonesia itu bahkan terus berkomitmen memberikan aliran internet ke seluruh pelosok Nusantara. Bahkan demi memangkas kesenjangan digital, IndiHome seperti dilansir Indotelko, siap memperluas dan meningkatkan kualitas layanan internet di Indonesia bagian timur.

IndiHome bahkan boleh berbangga diri sebagai satu-satunya operator layanan FTTH (Fiber to the Home) yang membangun infrastruktur, mulai dari backbone sampai jaringan akses layanan dari Sabang sampai Merauke. Tentu dengan fakta ini, kita sebagai penjual online entah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan tentunya Papua bisa memaksimalkan kegiatan memasarkan produk di e-commerce.

Bukan tak mungkin jika setiap penjual terlepas dari seperti apapun skala bisnis mereka, mampu memaksimalkan peran internet, bisa juga akhirnya meningkatkan omzet jadi berlipat ganda seperti DImsum 49. Sehingga ketika kondisi perekonomian global mulai limbung dengan berbagai ancaman kesehatan lain, kita tetap meraih penghasilan stabil lewat e-commerce.

Semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *